Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Implantasi pada Ternak Betina

DIOLUHTAN. Implantasi adalah proses yang berlangsung secara bertahap yang diawali dengan persentuhan embrio dengan endometrium (dinding rahim bagian dalam),  blastosis menetas/keluar dari dalam zona pelusida, pembagian tempat (pada hewan beranak banyak), dan pertautan antara tropoblas dengan epitel endometrium.
Ada tiga jenis implantasi : (1) Implantasi superficial, blastosis berkembang di dalam lumen rahim (misalnya pada ungulata, kelinci, karnivora; (2) Implantasi eksentrik, blastosis terletak didalam suatu kripta atau lipatan lendir rahim, misalnya pada rodensia (pada hewan pengerat); (3) Implantasi interstitial, blastosis menembus lapisan epitel rahim dan embrio berkembang didalam endometrium (misalnya pada manusia).
Implantasi dikatakan telah terjadi bila embrio telah bertautan dengan endometrium sedemikian rupa sehingga tidak akan berubah lagi tempatnya. Perkataan implantasi yang berarti tertanam tampaknya hanya cocok untuk spesies yang embrionya tertanam/terkubur dalam kelenjar endometrium, misalnya pada hewan pengerat (rodensia) yang embrionya terbenam dalam kripta endometrium, seluruh tropoblas berhubungan sangat erat dengan dinding kelenjar endometrium. Pada spesies lain (ruminansia), embrionya hanya bersentuhan dengan epitel endometrium. Pertautan terjadi karena tropoblas menjulurkan protein ke epitel endometrium. Seluruh tubuh embrio masih tetap di dalam lumen rahim. Jadi sifat implantasinya sangat ngambang dan mudah terlepas.

Implantasi pada sapi terjadi melalui persentuhan antara tropoblas dengan epitel karunkula. Sel-sel tropoblas masuk kedalam celah vili pada karunkula, dan terjadilah pertautan yang erat. Pada sapi ada kemungkinan terbentuk anastosoma pembuluh darah pada dua membran trofoblas, jika terjadi kembar. Anastosoma pembuluh darah dari tropoblas berkembang menjadi pembuluh darah yang dapat mengalirkan darah fetus yang satu ke fetus yang lain. Jika kedua fetus mempunyai kelamin yang sama tidak akan meyebabkan kelainan, tetapi kalau jenis kelamin fetusnya berlainan maka hormon embrio jantan akan mengganggu pertumbuhan alat kelamin dari embrio betina. Akibatnya bentuk maupun proporsi anatomi kelamin menjadi tidak normal, dan peristiwa ini disebut freemartin (sapi betina majir). Waktu implantasi pada sapi 33 hari.
Sumber : Catatan Kuliah Peternakan Unhas 2010
 
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment