#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Pupuk Hijau Dari Tanaman Kacang-Kacangan

DIOLUHTAN. Tanaman kacang-kacangan sebagai pupuk hijau, selain meningkatkan kandungan hara tanah, menghasilkan bahan pangan dan pakan, juga dapat mengurangi biaya pemupukan, dan memutus siklus hidup hama dan penyakit tanaman.

Tanaman kacang-kacangan adalah pupuk hijau yang paling menguntungkan untuk ditanam. Pergiliran padi dengan tanaman kacang-kacangan memberikan banyak keuntungan, karena bukan hanya mnghasilkan pupuk hijau, tetapi juga :
  • Meningkatkan mutu tanah;
  • Menghasilkan pangan bagi manusia, dan pakan bagi ternak,serta;
  • Menghemat biaya usahatani dan meningkatkan pendapatan.

Peningkatan Mutu Tanah:
Tanaman kacang-kacang2an dapat menambat (memfiksasi) Nitrogen dari udara bebas untuk digunakannya sendiri. Pada tanah yang normal, tidak diperlukan lagi pemberian pupuk nitrogen. Karena akar-akarnya tumbuh lebih dalam, banyak diantara tanaman kacang-kacangan juga dapat mengangkat keatas hara dari lapisan tanah yang lebih dalam. Hara ini selanjutnya menjadi tersedia pada lapisan olah, ketika tanaman dibenamkan kedalam tanah sebagai pupuk hijau.
Penggunaan tanaman kacang-kacangan menghemat biaya pemupukan. Padi yang ditanam setelah tanaman kacang-kacangan, hanya memerlukan pupuk nitrogen lebih sidikit, sekitar 40 s/d 60 % lebih rendah dibanding pertanaman padi setelah tanaman serealia lainnya.
Dengan tanaman kacang-kacang juga dapat memutuskan siklus hama-penyakit, karena hama tanaman padi tidak dapat menyerang tanaman kacang-kacang dan sebaliknya  hama- penyakit kacang-kacangan tidak dapat menyerang padi. Karena itu, menanam tanman kacang-kacangan membantu memutuskan siklus hama-penyakit padi.
Memilih Tanaman Pupuk Hijau yang Sesuai
Agar pemupukan dengan pupuk hijau menguntungkan, maka tanaman yang dikembangkan haruslah sesuai dengan lingkungan pertanaman agar :
  • Tanaman sesuai dengan waktu yang tersedia diantara tanaman utama dan sistem pertanaman.
  • Air yang diperlukan harus sepadan dengan jumlah dan distribusi curah hujan.
  • Perakarannya harus dapat membentuk bintil dengan rhizobium strain lokal;
  • Harus tahan atau toleran terhadap hama dan cekaman lingkungan di wilayah itu;

Dikenal ada 4 lngkungan utama pengembangan padi yakni:
  • Sawah irigasi;
  • Sawah tadah hujan;
  • Padi gogo dilahan kering;
  • Lahan  pasang-surut dan air dalam;

Berbagai jenis tanaman pupuk hijau dijelaskan pada bagian akhir dari buku ini. yang dikelompokkan menurut lingkungan utama pengembangan padi tersebut.
Sawah Irigasi
Kelompok sawah irigasi dapat ditanami secara intensif, dengan dua atau tiga kali pertanaman selama setahun. Hanya terdapat waktu bebas dari pertaman selama 60-65 hari setahun. Tanaman kacang-kacang berumur singkat  seperti kacang hijau, atau kacang gunggak, dapat iseuaikan dengan periode diatas.
Sawah Tadah Hujan
Dilahan sawh tadah hujan, ketersediaan iar tidak menentu karena itu tanaman kacang-kacangan untuk wilayah seperti ini adalah yang dapat bertahan dari kekeringan atau genangan air. Tanaman pupuk hijau ditanam sebelum atau sesuadah tanaman padi, tergantung musim tanam di wialayah itu.
Lahan kering

Kebanyakan lahan kering masam (pH 4,0 sampai 5,5). Taman pupuk hijau yang sesuai adalah tanaman yang toleran terhadap kemasaman. Lahan kering juga mudah tererosi. Tanman penutup tanah seperti Siratro dapat melindungi tanah dari erosi dan memperkayanya dari unsur hara. Tanaman seperti Gamal dan Lantoro ssuai ditanam searah garis kontour. Pohon-pohon ini dapat berfungsi sebagai pemecah angin, sekaligus memperkaya hara tanah.
Yusran A. Yahya
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment