Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Makanan Ternak, Syarat Bahannya pun Perlu Diketahui.

DIOLUHTAN-suluhtani. Makanan Ternak atau dikenal dengan isitilah pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh ternak dan tidak mengganggu kesehatannya. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya.
Pakan juga diartikan segala sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash. 
Penyuluh pertanian (kiri) bersama peternak dan pakan rumput gajahnya 

Bahan pakan Ternak.
Bahan pakan ternak adalah bahan yang dapat dimakan, dicerna dan digunakan oleh ternak. Bahan pakan dapat berasal dari tanaman dan hewan. Semua bahan pakan baik yang berasal dari tanaman maupun hewan terdiri dari air dan bahan kering. Bahan kering dapat dibedakan menjadi bahan organik dan bahan anorganik. Bahan organik meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, sedangkan bahan anorganik meliputi mineral.
Pada umumnya tanaman menjadi sumber pakan utama bagi ternak. Dalam proses fotosintesis, tanaman dapat menggunakan energi matahari untuk mensintesa zat makanan organik yang kompleks dari bahan-bahan sederhana seperti karbondioksida dalam udara dengan air dan unsur anorganik dari tanah. Bagian terbesar dari energi yang diserap tanaman disimpan dalam bentuk energi kimiawi yang dapat digunakan ternak untuk kelangsungan hidupnya atau untuk kebutuhan hidup pokok dan untuk mensintesa jaringan tubuhnya.
Bahan pakan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku pakan sebagai sumber energi, bahan baku pakan sebagai sumber protein (nabati dan hewani), bahan baku pakan sebagai sumber mineral, serta bahan baku pakan tambahan dan pelengkap (feed additive dan feed suplement).
Syarat Bahan Pakan Ternak
Ternak memiliki syarat syarat tertentu agar saat dikemudian hari peternak tidak mengalami kendala dalam pemenuhan atau ternak yang dipelihara tidak megalami gangguan dalam produktifitasnya. Syarat-syarat ini berlaku untuk semua ternak seperti ayam, kambing, sapi, kerbau, babi, itik maupun ternak yang lain. Untuk itu kami mencoba menguraikan tentang syarat-syarat bahan makanan/pakan untuk ternak.
Berikut ini adalah syarat-syarat bahan pakan untuk ternak:
1. Kandungan nutrisi yang baik
Bahan pakan yang akan digunakan untuk ternak sebaiknya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Anda dapat mengetahui kandungan nutrisi tersebut dari literatur seseorang yang sudah melakukan uji kualitas. Apabila anda masih mengalami keraguan tentang kandungan nutrisi dalam bahan pakan tersebut anda dapat melakukan uji kualitas nutrisinya seperti Kandungan protein kasar, lemak kasar, serat kasar, BETN, TDN, air, kalsium, fosfor maupun asam amino. Kebutuhan nutrisi berbeda untuk setiap jenis ternak, jadi anda dapat mengetahui apakah bahan pakan tersebut cocok untuk ternak anda.
2. Harga bahan pakan murah
Usaha dalam bidang peternakan, 80% dari total keseluruhan biaya usaha ternak digunakan untuk pemenuhan pakan. Jadi dalam pemilihan bahan pakan ternak, anda dapat memilih bajan pakan yang harganya murah. Hal ini dapat menekan biaya yang dikeluarkan untuk pakan, diharapkan dapat menekan biaya produksi.
3. Tidak bersaing dengan manusia
Bahan pakan yang dipakai untuk ternak jangan sampai bersaing dengan kebutuhan pokok makanan manusia. Anda dapat menggunakan bahan pakan dari limbah industri atau pertanian yang sudah tidak dimanfaatkan untuk makanan manusia.
4. Ketersediaannya selalu kontinyu (Selalu ada)
Ketersediaan selalu kontinyu ini maksudnya adalah bahan baku yang akan digunakan harus terjamin ketersediaannya (mudah didapat). Jadi anda tidak perlu bingung untuk stock dihari yang akan datang. Hal ini dimaksudkan untuk menghidari terlalu seringnya pergantian bahan pakan, karena pergantian bahan baku yang terlalu sering dapat menyebabkan stres, ternak harus beradaptasi dengan bahan pakan yang baru yang berakibat produktifitas ternak menjadi kurang optimal. 
5. Daya cerna/ kecernaan pakan.
Hal tersebut merupakan ukuran untuk potensi zat gizi pakan yang bisa digunakan oleh ternak untuk sintesis jaringan dalam tubuhnya sehingga menghasilkan produk sesuai yang diinginkan. Bahan pakan yag memiliki kandungan nutrisi tinggi belum tentu memiliki kecernaan yang baik pula. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Untuk mengetahui tingkat kecernaan pakan ada tiga metode yang dikembangkan yaitu In-vitro, In-sacco dan In-vivo
7. Palatabilitas (Kesukaan)
Ini perlu diperhatikan apakah ternak mau mengkonsumsi bahan pakan atau tidak, karena walaupun kandungan zat gizinya tinggi dengan kualitas yang baik, namun apabila ternak tidak menyukai dan tidak mau mengkonsumsi, maka bahan pakan tersebut tidak bisa dijadikan pakan yang bermanfaat bagi ternak. 



Untuk itu jika suatu bahan pakan mempunyai zat gizi yang baik tapi palatabilitasnya rendah maka perlu dicari cara untuk meningkatkan palatabilitasnya tersebut yaitu dengan menambahkan suatu zat atau dengan proses pengolahan tertentu sehingga dapat meningkatkan palatabilitas pakan tersebut. Untuk memperoleh produktivitas ternak yang tinggi maka pakan yang kandungan zat gizi dan palatabilitasnya tinggi harus mempunyai daya cerna yang tinggi sehingga zat gizi yang dikonsumsi dapat dimanfaatkan oleh ternak.
8. Tidak beracun atau tidak mengandung zat antinutrisi
Syarat wajib bahan pakan yang digunakan untuk ternak adalah tidak mengandung racun (toksik) yang dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan produktivitas ternak. Selain itu, anda wajib memperhatikan juga zat anti nutrisi dalam ransum, karena zat tersebut dapat menurunkan kecernaan ransum ternak. Adanya zat antinutrisi seringkali menjadi faktor penghambat dalam pemakaian bahan baku ransum alternatif. Cari informasi dalam penelitian-penelitian orang lain, apakah zat antinutrisi itu dapat dihilangkan atau tidak, karena sekarang sudah banyak penelitian tentang cara menghilangkan zat antinutrisi.
Demikianlah beberapa syarat b ahan pakan untuk ternak yang memang memiliki persyaratan tertentu agar saat dikemudian hari peternak tidak mengalami kendala dalam pemenuhan atau ternak yang dipelihara tidak megalami gangguan dalam berproduksi dan reproduksinya. Semoga bermanfaat.
Yusran A. Yahya NS
Disarikan dari Berbagai Sumber dan Catatan Mata Kuliah.

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment