#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Kualitas Telur Ayam Sekarang Lebih Sehat Dibanding 30 Tahun Lalu


img
Jakarta, Konsumsi terhadap telur ayam sekarang ini lebih sehat daripada konsumsi telur sekitar 30 tahun lalu. Penelitian menunjukkan perubahan dalam pakan ayam dari waktu ke waktu membuat kualitas telur semakin sehat untuk dikonsumsi.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa perubahan jenis pakan yang dikonsumsi ayam mempengaruhi kualitas telur hingga menjadi rendah lemak dan kolesterol jenuh. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa pakan ayam masa kini dapat membantu ayam lebih menyerap vitamin D dan nutrisi lainnya.

Pada tahun 1980-an, umumnya peternak ayam hanya memberi makan ayam dengan campuran gandum dan dedak. Tetapi sekarang tingkat gizi ayam telah berubah setelah tersedianya pakan ayam berprotein tinggi yang berasal dari campuran tepung ikan dengan berbagai bahan lain seperti jagung.

Seperti dilansir dari health.india, Senin (23/7/2012) UK Department of Health mendanai sebuah studi yang menemukan bahwa sekarang ini telur rata-rata memiliki hampir 25 persen lemak jenuh yang lebih sedikit dibanding telur yang dijual pada tahun 1980-an. Lemak jenuh tersebut terkait dengan kesehatan jantung Anda.

Para ilmuwan juga dapat menganalisa kandungan nutrisi telur lebih akurat dengan teknologi yang lebih baik. Telur kini lebih rendah lemak, kolesterol, kalori, dan juga mengandung lebih banyak vitamin D dari sebelumnya, yang jumlahnya hampir dua kali lipat jumlah kandungan dalam telur yang tercatat pada tahun 1980.

Studi ini juga menemukan bahwa sekarang ini telur hanya mengandung 177 mikrogram kolesterol, 10 persen lebih rendah dari 202 mikrogram pada telur yang dijual tahun 1980. Kolesterol dalam jumlah besar dapat menyumbat arteri.

Karena apa yang dimakan ayam berpengaruh besar terhadap kualitas telur yang Anda konsumsi, maka peternak ayam perlu memenuhi gizi yang dibutuhkan ayam agar menghasilkan telur yang lebih sehat untuk dikonsumsi.
Sumber : DetikHealth


Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment