#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Peralatan dalam proses pembuatan Bioetanol

  1. Bak fermentasi, 4 buah. Sebagai wadah untuk fermentasi yaitu merubah gula menjadi bioethanol.
  2. Pendingin bak fermentasi, 4 buah. Sebagai alat penukar panas untuk mendinginkan larutan fermentasi dengan media air.
  3. Pompa pendingin bak fermentasi, 4 buah. Untuk mensirkulasikan larutan fermentasi melalui pendingin bak fermentasi sehingga suhu pada bak fermentasi terjaga
  4. Kolom distilasi, 1 buah. Alat untuk memisahkan bioethanol dari larutan fermentasi.
  5. Automatic temperatur control valve, 1 buah. Mengatur jumlah aliran air pendingin yang menuju ke pendingin internal kolom dan bekerja secara otomatis sesuai dengan nilai yang kita tentukan.
  6. Pendingin produk, 1 buah. Untuk mengembunkan, mencairkan dan mendinginkan produk.
  7. Pendingin limbah, 1 buah. Untuk mendinginkan limbah bioethanol yang keluar dari kolom distilasi.
  8. Cooling tower, 1 buah. Untuk mendinginkan kembali air yang kita gunakan untuk media pendingin.
  9. Pompa air pendingin, 4 buah. Untuk mengalirkan air pendingin ke seluruh alat pendingin.
  10. Tungku pembakaran, 1 buah. Sebagai tempat pembakaran bagian pemanas kolom distilasi.


Pembuatan Peralatan Produksi Bioethanol Skala Rumah Tangga
  1. Bak fermentasi molasses dari drum plastic PE 250 liter. Pastikan drum tidak memiliki kebocoran dan tutupnya juga dalam kondisi baik. Lubangi bagian samping bawah drum dengan ukuran 1.5 cm ( cukup untuk masuknya ujung dari socket drat luar PVC 1” ), jarak lubang dari bawah drum adalah 5 cm. Masukan socket drat luar PVC 1” ke lubang, gunakan karet ban bekas sebagai gasket. Sambungkan dengan socket drat dalam PVC 1” – pipa PVC 1” – ball valve PVC 1”. Ini akan kita gunakan sebagai jalur umpan distilasi. Buat sebuah lagi lubang dan sambungan ball valve (kran) seperti di atas untuk jalur pendinginan fermentasi. Untuk produksi yang berkelanjutan siapkan drum fermentasi sebanyak 4 buah.
  2. Alat pendingin terdiri dari 2 bagian yaitu bagian aliran luar dan dalam. Bagian luar terbuat dari pipa stainless steel 304 dan bagian dalam terbuat dari pipa tembaga. Pipa tembaga digulung dan dibentuk melingkar (lihat gambar). Pendingin bak fermentasi memiliki panjang 60 cm. Pendingin produk memiliki panjang 100 cm. Pendingin limbah memiliki panjang 140 cm.
  3. Kolom distilasi terbuat dari stainless steel 304 dengan tinggi 2 meter. Pada bagian atas memiliki pendingin internal yang terbuat dari tembaga. Pada bagian bawah memiliki pemanas yang juga terbuat dari tembaga. Bagian tengah kolom distilasi kita isi dengan packing berupa gulungan kawat ram stainless atau pecahan kaca.
  4. Cooling tower kita buat secara sederhana dengan menggunakan drum oli bekas dan pipa PVC 3". Pada pipa PVC kita letakan gulungan plastik bekas botol mineral. Potong pipa PVC 3" sepanjang 2 meter dan 0.5 meter, sambungkan keduanya dengan menggunakan Tee PVC 3". Buang tutup atas drum oli bekas. Buatkan dudukan untuk pipa PVC tersebut pada drum oli bekas sehingga pipa PVC dapat berdiri tegak di atas drum. Buat lubang-lubang pada sekeliling pipa PVC 0.5 meter. Buat lubang di atas Tee PVC untuk dudukan penahan packing plastik. Letakkan packing yang terbuat dari gulungan plastik bekas botol air mineral. Letakkan shower pada atas pipa. Buatkan dudukan untuk kipas angin di depan mulut Tee dan letakan kipas angin. Buatkan corong yang menghubungkan antara kipas angin dan mulut Tee PVC, yang dapat dibuat menggunakan rangka kawat dan dilapisi kain.
  5. Instalasi perpipaan untuk air pendingin menggunakan pipa PVC dan selang, perpipaan untuk umpan menggunakan selang, untuk uap produk dari kolom distilasi menggunakan pipa stainless steel atau selang dengan kawat spring didalamnya dan untuk produk setelah dari pendingin menggunakan selang.
dari berbagai sumber
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment