#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Ilmu Gizi Komoditi Peternakan


Komoditas pertanian berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan penduduk terutama melalui produksi pangan yang  dikonsumsinya. Pangan yang dimaksud meliputi pangan nabati (berasal dari tanaman) dan pangan hewani (berasal dari  hewan).
Dengan kata lain komoditas pertanian merupakan sumber  pangan bagi manusia yang akan memberikan zat gizi yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia.
Berkaitan dengan fungsinya bagi tubuh, pangan dapat  berperan sebagai sumber zat kalori/energi (karbohidrat, lemak, dan  protein), sumber zat pembangun (protein), dan sumber zat pengatur (vitamin dan mineral). Oleh karena itu pangan dikatakan mempunyai fungsi sebagai triguna makanan.
Pada  beberapa   komoditas   pertanian   terdapat   juga  komponen   kimia  alami yang apabila  termakan  oleh manusia dapat mengganggu proses metabolisme dalam  tubuh  kita.  Komponen tersebut  dinamakan zat anti gizi, misalnya antitripsin pada  kedelai   dapat mengganggu penyerapan   protein pada  tubuh  kita, HCN (asam  sianida) pada beberapa  jenis  singkong dapat menimbulkan keracunan bila langsung dimakan.
Kekurangan dan kelebihan pangan yang dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan tubuh manusia. Kurangnya pangan  yang dikonsumsi   menyebabkan   tubuh  tidak   akan  mendapatkan zat gizi sesuai dengan kebutuhannya. Dalam jangka panjang kondisi ini akan mengakibatkan penyakit kurang gizi berupa kekurangan energi-protein (KEP), kekurangan Vitamin A (KVA),  kekurangan zat besi (anemi  gizi) dan penyakit kekurangan iodium (GAKI).
Meningkatnya status ekonomi terutama dimasyarakat  perkotaan mengakibatkan  meningkatnya konsumsi makanan yang berlemak yang melebihi kebutuhan tubuhnya. Kondisi ini  menimbulkan  permasalahan gizi lebih pada sebagian  masyarakat perkotaan. Tanda orang yang mengalami kelebihan  gizi adalah kegemukan (obesitas). Penyakit yang ditimbulkan akibat kegemukan  ini diantaranya adalah jantung koroner, kencing  manis, tekanan darah tinggi (hipertensi), kanker.
Permasalahan  gizi  yang  timbul di  masyarakat  penyebabnya  sangat  komplek. Oleh  karena itu pemecahan  permasalahan kurang gizi dan gizi lebih,  perlu melibatkan antar departemen diantaranya Pertanian, Kesehatan, Bulog, Perhubungan dan sebagainya. Perlu pemahaman faktor-faktor yang menyebabkan  timbulnya permasalahan gizi,  selain itu penting pula dipahami secara jelas potensi-potensi  zat gizi yang terdapat dalam tiap komoditas pertanian serta perannya bagi kesehatan tubuh.
Kata gizi sebetulnya merupakan kata relatif baru. Kata itu kira-kira baru pertama kali digunakan sekitar tahun 1957. Kata gizi berasal dari bahasa Arab gizawi yang artinya nutrisi. Kata tersebut oleh ahli bahasa, agama dan ahli gizi disempurnakan menjadi kata gizi. Dalam perkembangan selanjutnya dikenal istilah ilmu gizi.
Ilmu  Gizi  (Nutrition  Science)  adalah  ilmu  yang mempelajari segala sesuatu tentang  makanan  dalam hubungannya  dengan  kesehatan  optimal.  Kata  ”gizi” berasal  dari  bahasa arab  ghidza,  yang  berarti “makanan”.  Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan  makanan dan di sisi yang lainnya dengan tubuh manusia.
Secara  klasik  kata  gizi  hanya  dihubungkan   dengan  kesehatan  tubuh,  yaitu untuk  menyediakan energi,  membangun, dan memelihara jaringan tubuh, serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh. Tetapi, sekarang kata gizi mempunyai pengertian yang lebih luas, yaitu bisa dihubungkan dengan potensi ekonomi  seseorang, karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja.
Ruang lingkup ilmu gizi cukup luas dimulai dari :
  •  Cara produksi pangan,
  • Perubahan-perubahan  yang  terjadi  pada  tahap  pasca  panen  dari mulai penyediaan pangan,
  • Distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan,
  • Cara-cara pemanfaatan  makanan oleh tubuh dalam keadaan sehat/sakit.

Konsumsi makanan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makan,   perilaku makan, dan keadaan ekonomi. Selain itu ilmu gizi juga berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lainnya seperti  mikro biologi,  kimia pangan, biokimia, agronomi, peternakan, antropologi, sosiologi, psikologi, ekonomi dan lain-lain.
Perkembangan ilmu gizi sekitar 400 SM menurut Hipocrates  mengibaratkan bahwa makanan sebagai energi yang dibutuhkan manusia. Anak-anak membutuhkan energi yang lebih banyak daripada orang dewasa  (makanan)
Kemudian  Magendie  mampu  membedakan  zat  gizi  karbohidrat,  lemak  dan protein. Pada tahun (1803-1873)   Liebig menemukan bahwa karbohidrat, lemak, dan protein dioksidasi oleh tubuh dan menghasilkan panas/kalori Dan selanjutnya tahun 1899 ditemukan juga oleh Attwater dan Bryant menerbitkan Daftar Komposisi Bahan Makanan pertama.
Kemudian dari perkembangan diatas ditemukan juga berbagai  macam  zat gizi yang diperlukan oleh  tubuh, salah satunya mineral. Menurut Ringer bahwa cairan  tubuh memerlukan konsentrasi  mineral tertentu. Ia mengemukakan  bahwa larutan yang mengandung natrium klorida, kalium, dan kalsium klorida diperlukan  untuk  mempertahankan integritas  fungsional jaringan. Kemudian ditemukan juga zat gizi lainnya, yaitu vitamin.
Pada kondisi sekarang ilmu gizi juga mengalami perkembangan yang pesat misalnya ditemukan nya pengaruh  keturunan  terhadap  kebutuhan gizi, pengaruh gizi  terhadap  perkembangan   otak dan perilaku, terhadap kemampuan  bekerja  dan  produktivitas   serta  daya  tahan  terhadap penyakit infeksi. Disamping  itu  ditemukan  pula  pengaruh  stress,  faktor  lingkungan seperti  polusi dan obat-obatan terhadap status gizi, serta pengakuan terhadap faktor-faktor   gizi yang  berperan  dalam pencegahan dan pengobatan  terhadap   penyakit  degeneratif  seperti penyakit  jantung,  diabetes mellitus, hati, dan kanker.
Bila dikelompokan ada 3 fungsi zat gizi dalam tubuh :
1.  Memberi energi
Zat  gizi  yang  tergolong  ini  adalah  karbohidrat,  lemak  dan  protein.  Ketiga zat  gizi  itu terdapat  dalam  jumlah  paling  banyak  dalam  bahan  pangan. Dalam fungsi sebagai  zat  pemberi energi,   ketiga zat gizi  tersebut dinamakan zat pembakar.
2.   Pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh
Protein,  mineral,  dan  air  adalah  bagian  dari  jaringan  tubuh.  Oleh  karena itu, diperlukan  untuk  membentuk  sel-sel  baru, memelihara,   dan mengganti  sel-sel  yang  rusak.  Dalam  fungsi  ini  ketiga  zat  gizi  tersebut dinamakan zat pembangun.
3.   Mengatur metabolisme tubuh
Protein,  mineral,  air  dan  vitamin  diperlukan  untuk  mengatur  metabolisme tubuh.  Protein mengatur  keseimbangan  air  dalam  sel,  bertindak  sebagai buffer  dalam  upaya  memelihara netralitas  tubuh  dan  membentuk  antibodi
sebagai   penangkal   organisme yang bersifat  infektif  dan bahan   asing yang   masuk  ke dalam tubuh.  Mineral dan vitamin  diperlukan sebagai pengatur  dalam  proses-proses oksidasi,  fungsi normal  syaraf  dan otot serta banyak   proses lainnya termasuk proses menua. Air   diperlukan untuk  melarutkan   bahan-bahan   dalam   tubuh,   seperti   di  dalam  darah, cairan  pencernaan, jaringan,  dan  mengatur suhu tubuh,  peredaran darah,  pembuangan sisa-sisa dan lain-lain. Dalam  hal  ini  protein,  mineral,  air,  dan vitamin dinamakan zat pengatur.

Dari Berbagai Sumber
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment