Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Penanganan Diare pada Pedet (Calf Scour)


Diare merupakan gejala penyakit yang sering dialami oleh pedet dan seringkali berakhir dengan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Diare pedet secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu diare non infeksius (akibat kesalahan dalam pemberian pakan,  dsb.) dan diare infeksius (akibat infeksi  mikroorganisme).  Mikroorganisme penyebab diare pada pedet adalah  virus, bakteri dan protozoa. Virus penyebab diare pedet biasanya dai golongan rotavirus, coronavirus dan BVD. Bakteri yang sering menyebabkan diare pada pedet adalah E.coli, Salmonella dan Clostridium, sedangkan dari golongan protozoa adalah Cryptosporidia dan Coccidia.
Adanya  diare menyebabkan pedet mengalami dehidrasi (kehilangan cairan tubuh) dengan cepat. Derajat dehidrasi pedet dapat diperkirakan dengan melihat gejala yang tampak pada pedet. Selain itu derajat dehidrasi dapat diprediksi dengan melakukan uji elastisitas kulit, caranya dengan melakukan penarikan / pencubitan kulit di daerah leher. Pada pedet yang normal kulit akan kembali seperti  ke keadaan semula dalam waktu kurang dari 2 detik.




Oleh karena itu  pertolongan pertama yang harus diberikan pada pedet yang mengalami dehidrasi adalah dengan memberikan cairan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Cairan elektrolit dapat diberikan secara oral untuk mengatasi diare yang menyebabkan dehidrasi ringan, sedangkan untuk diare berat pelu dilakukan pemberian cairan pengganti secara intravena oleh dokter hewan atau paravet. Cairan pengganti yang diberikan secara oral sebenarnya sudah banyak disediakan di pasaran dengan berbagai merek, tetapi apabila tidak tersedia dapat juga dibuat sendiri.

Cairan pengganti
Bahan atau komponen yang harus terkandung  dalam cairan pengganti  untuk kasus diare adalah:
Air
Merupakan komponen wajib dalam cairan pengganti. Karena sebagian besar komponen penyusun cairan tubuh adalah air.
Sodium/Natrium (Na+)
Merupakan ion ekstraseluler yang sangat dibutuhkan dalam system metabolisme tubuh. Idealnya cairan pengganti mengandung 70-145 mmol/L  (< 3,3 g/L). terlalu banyak ataupun kekurangan sodium akan berakibat buruk juga untuk pedet.
Glukosa (Dextrosa)
Merupakan sumber energi. Adanya glukosa dalam cairan pengganti  juga akan membantu dalam proses penyerapan Sodium (Na). Kandungan Glukosa sebaiknya tidak lebih dari 200 mmol/L (atau < 36 g/L). terlalu banyak glukosa menyebabkan perubahan osmolaritas larutan (mjd hipertonik) yang malah bisa berakibat penarikan cairan tubuh keluar dari jaringan tubuh ke lumen usus.
Glysine
Merupakan asam amino non essential . Kandungan total sebaiknya tidak lebih dari 145 mmol/L (10,9 g/L).
Alkali
Berguna untuk menurunkan derjat  keasaman (mengurangi metabolic acidosis). Senyawa yang sering dipakai adalah bicarbonate, citrate, lactate, acetate atau propionate yang berikatan dengan Na (Natrium bicarbonate dst.) Pemberian larutan yang menggunakan bicarbonate dan citrate tidak boleh berdekatan dengan waktu pemberian susu karena dapat menghambat penggumpalan casein dalam abomasum. Kandungan senyawa alkalis sebaiknya  50 – 80 mmol/L.
Potassium/Kalium (K+) dan Chloride (Cl-)
Merupakan ion penting yang berperan dalam pengaturan pH darah dan kontraksi otot. Kandungan Kalium sebanyak 20 – 30 mmol/L dan Chloride 50 -100 mmol/L

Cara menentukan  berapa banyak elektrolit yang dibutuhkan
Untuk menentukan berapa banyak cairan pengganti yang harus diberikan adalah berdasarkan derajat dehidrasi yang dialami pedet (table di atas) dan berat badan pedet.
Contoh:
Pedet diare dengan berat badan 30 kg mengalami dehidrasi 7%.
  • Jumlah cairan elektrolit yang perlu ditambahkan untuk mengoreksi 7% dehidrasi adalah:
= 30 X  0,07 = 2,1 liter
  • Jumlah susu yang dibutuhkan pedet (10% dr Berat badan)
= 30 x 0,1 = 3 liter
  • Jadi jumlah cairan yang harus diberikan (elektrolit + susu) adalah = 5 liter/hari
Cairan elektrolit pengganti cairan tubuh saat ini sudah banyak dijual dipasaran dengan berbagai merek. Tetapi bila tidak tersedia atau kesulitan untuk mendapatkannya dapat dibuat sendiri dengan bahan yang sangat sederhana.
Bahan:
1 sendok garam dapur
2 sendok baking soda (Soda kue)
1 sachet agar serbuk
1 sachet kaldu sapi
Larutkan bahan tersebut dalam air sehingga didapatkan larutan sebanyak 2 liter. Berikan larutan tersebut  perlahan-lahan menjadi 2-3 kali pemberian.  Pemberian susu minimal  lebih dari 2-3 jam sebelum atau sesudah pemberian larutan pengganti karena adanya kandungan bicarbonate.

Antibiotik
Antibiotik  berspektrum luas dapat diberikan untuk kasus diare yang disebabkan oleh bakteri , misalnya salmonella. Penggunaan antibiotik  perlu dipertimbangkan pula mengenai residu antibiotik dalam tubuh pedet.

Vaksinasi
Vaksinasi dilakukan pada induk  yang bunting  atau setelah pedet lahir untuk mencegah terjadinya diare. Vaksinasi untuk Rotavirus, Coronavirus, E. coli biasa diberikan pada 6 dan 3 minggu sebelum kelahiran.  Vaksin E coli untuk pedet usia  beberapa jam setelah lahir juga sudah tersedia di pasaran.

Pencegahan
  • Hindari tempat melahirkan yang kotor,  basah dan lembab.
  • Celuplah tali pusar pedet menggunakan larutan iodine tincture
  • Pastikan pedet yang baru lahir mendapatkan kolostrum yang berkualitas baik dengan jumlah yang cukup. Antibody yang terkandung dalam kolostrum merupakan pertahanan utama pedet yang baru lahir hingga system imunitas pedet tersebuit berkembang.
  • Pisahkan pedet dari induk atau saapi dewasa lainnya.
  • Isolasi pedet yang mengalami diare secepat mungkin. Bersihkan dan desinfeksi lingkungan kandang.
  • Lakukan vaksinasi untuk dara atau induk saat bunting.

References:

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment