#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

“Young Scout” dilatih Mencangkok Pohon Mangga

Penyuluh Pertanian, Yusran A. Yahya saat Memberikan Demonstrasi Cara Mencangkok Tanaman Mangga kepada Anggota Pramuka dan Mayarakat Sekitarnya

DIOLUHTAN-suluhtani. Setiap anggota pramuka muda (young scout) diharapkan untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapannya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan khususnya dibidang pertanian.

Selaras dengan program penyuluhan pertanian yang bertujuan meningkatkan sumberdaya manusia petani dan keluarganya. Dengan kata lain tugas seorang penyuluh juga meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan anak-anak para petani termasuk pramuka.

Hal ini dilakukan Penyuluh Pertanian BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Kabupaten Bone, Yusran A. Yahya NS kepada salah satu anggota pramuka yang ingin mengetahui dan mempelajari cara mencangkok pohon mangga.

Diterangkan Yusran, bahwa untuk memperoleh buah mangga yang berkualitas, salah satunya dengan melakukan budidaya dengan cara mencangkok. Mencangkok adalah cara pembiakan vegetatif buatan yang akan membantu memperbanyak tanaman yang sifatnya sama dengan indukan. Dengan metode cangkokan kita bisa menghasilkan buah lebih cepat dengan pertumbuhan pohon yang tidak terlalu besar.

Cara mencangkok pohon mangga merupakan sebuah teknik yang sangat mudah dengan biaya rendah untuk mengembangkan dan memperbanyak pohon mangga. Teknik mencangkok dilakukan dengan tujuan agar tanaman mangga yang dicangkok bisa menghasilkan bibit yang lebih baik. Sehingga pohon mangga yang dihasilkan melalui teknik ini memiliki kualitas yang lebih baik dari tanaman induk. Sebenarnya cara mencangkok pohon mangga sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang sama sekali tidak mengerti dunia perkebunan sekali pun. Dalam mencangkok pohon mangga Kita hanya perlu mengikuti beberapa langkah sederhana yang bisa diikuti siapa saja.

Dalam kegiataan tersebut para anggota pramuka diarahkan untuk melakukan cangkok pada tanaman mangga di sebuah rumah petani di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng. Kegiatan tersebut selain didampingi penyuluh pertanian juga dihadiri petani khususnya pemilik pohon mangga

Dalam pendampingan tersebut, Yusran memaparkan bahwa sebelum memulai proses pencangkokan ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dan perhatikan. Pertama, Kita perlu memastikan bahwa pohon mangga yang akan dicangkok merupakan jenis pohon yang berkualitas baik. Selain itu, pilihlah batang atau cabang pohon yang posisinya lurus dan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tujuannya adalah agar proses fotosintesis pada pohon berjalan dengan baik dan bisa merangsang pertumbuhan akar pada batang pohon yang dicangkok. Selanjutnya, kita perlu memilih batang pohon yang sehat dan baik dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Disarankan juga untuk memilih batang pohon yang menghasilkan buah yang banyak.

Beberapa Alat yang diperlukan saat mencangkok antara lain Serabut kelapa atau plastik yang akan digunakan untuk menutup cangkokan, Tanah yang mengandung unsur hara yang cukup, Pisau yang tajam untuk memudahkan proses mengkerat batang, Tali yang akan digunakan untuk mengikat.

Adapun tahapan dalam mencangkok pohon mangga sebagai berikut. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengupas kulit kayu dengan ukuran sepanjang 5 cm dan pastikan tidak ada sisa kulit yang menempel pada batang pohon mangga. Jika sudah terpotong, mulailah kerok dengan menggunakan pisau disekelilingnya untuk memastikan kambium yang ada hilang dari batang. Cara mudah untuk memastikan bahwa kambium sudah hilang sepenuhnya adalah dengan meraba bagian batang, jika sudah terasa kesat maka itu artinya kambium sudah hilang dari batang pohon.

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah dengan membiarkan batang pohon mangga yang sudah dikerat tadi setidaknya 1 hari. Tujuannya adalah agar batang pohon yang dikerat kering dan bisa tahan terhadap jamur dan penyakit. Dalam tahapan ini, Kita perlu memastikan dengan baik kambium yang ada di batang pohon sudah hilang sepenuhnya sebelum batang tersebut dibungkus dengan tanah. Hal ini berguna agar hasil cangkokan bisa tumbuh dengan optimal dan menghasilkan bibit yang berkualitas.

Jika tahapan di atas sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengikat plastik atau serabut kelapa dengan menggunakan tali yang sudah dipersiapkan pada bagian bawah keratan. Selesai melakukan pengikatan, maka kita tinggal mengisinya dengan menggunakan tanah ke dalam pembungkus tadi. Jika sudah diisi dengan menggunakan tanah, Kita tinggal mengikat bagian atas sabut kelapa atau plastik tadi dengan tali sampai bentuknya menyerupai kapsul.

Yusran kembali menyebutkan bahwa yang perlu kita perhatikan dalam proses ini adalah memastikan bahwa keratan bagian atas berada di posisi tengah bungkusan. Tujuannya adalah agar saat akar mulai tumbuh akan berada di posisi yang lebar dan memiliki banyak tanah.

Jika seluruh tahap di atas selesai dilakukan, maka kita tinggal membuat ventilasi pada cangkokan tersebut. Caranya adalah dengan membuat lubang-lubang kecil dalam jumlah yang banyak pada plastik pembungkus. Agar proses lebih cepat dan cangkokan bisa menghasilkan akar, lakukan penyiraman secara teratur dan rutin. Jangan sampai Kita membiarkan tanah yang ada di dalamnya mengalami kekeringan karena tidak diberikan air.

Setelah beberapa akar keluar, maka batang pohon dibawah akar dipotong/digergaji. Jika sudah terpisah maka hasil cangkokan sudah siap ditanam.

Semoga bermanfaat. Salam Pramuka...!!!









  





Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment