#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Selaput ekstra embrionik atau selaput fetus pada hewan betina



Selaput ekstra embrionik atau selaput fetus berfungsi pada kehidupan sebelum lahir. Selaput itu tidak menjadi bagian dari tubuh embrio dan akan dikeluarkan dari dalam tubuh induk pada waktu kelahiran. Selaput ekstra embrionik terdiri atas kantong kuning telur, amnion, alantois, dan korion.
Kantong Kuning Telur
Banyaknya kuning telur yang terdapat dalam kantong kuning telur tergantung pada tipe sel telur. Kantong kuning telur berupa sebuah kantong berisi kuning telur. Kantong kuning telur dihubungkan dalam tubuh embrio oleh tangkai kuning telur.

Pada mamalia Kantong kuning telur berfungsi hanya beberapa minggu sebagai tempat pembentukan sel-sel darah pertama ekstra embrio dan untuk menyalurkan bahan makanan dari jaringan trofoblas ke dalam tubuh embrio. Kantong kuning telur tumbuh pada awal pertumbuhan embrio, sebelum terbentuknya amnion dan alantois. Pertumbuhan kantong kuning telur terhenti setelah amnion dan alantois terbentuk seutuhnya. Karena itu kantong kuning telur yang sesungguhnya pada mamalia dapat dikatakan tidak ada. Pada ayam, sekitar hari ke 18-19 masa pengeraman, kantong kuning telur ditarik masuk kedalam ruang perut. Penyerapan kuning telur terus berlangsung hingga hari ke 5-6 setelah telur menetas, pada waktu itu ukuran kantong kuning telur semakin kecil dan menjadi bagian dinding usus.
Amnion
Amnion hanya terdapat pada makluk yang embrionya tidak dapat hidup dalam air. Embrio ikan atau kodok tidak mempunyai amnion, oleh karena itu, hewan demikian disebut anamniota. Sel telur hewan tersebut dibebaskan dalam air dan berkembang menjadi larva. embrio reptil, burung dan mamalia dilindungi oleh amnion, oleh karena itu, hewan­-hewan tersebut dinamakan amniota.  Amnion berfungsi untuk : 1) Mencegah embrio dari kekeringan, 2) Mencegah perlekatan embrio pada selaput ekstra embrionik lain,  3) melindungi embrio dari goncangan, 4) memberikan keleluasaan perubahan posisi pada embrio.
Korion
Pada mamalia korion berasal dari jaringan trofoblas. Pada proses pembentukan plasenta, korion merupakan bagian plasenta dari fetus. Korion kaya akan pembuluh darah, oleh karena itu bahan-bahan berupa gas bisa melewati korion masuk kedalam peredaran darah induk dan fetus, tetapi bakteri tidak dapat melewati selaput tersebut.
Alantois                               
Dinding allantois bersatu dengan korion membentuk selaput korioalantois. Pada reptilia dan burung selaput korioalantois berhubungan dengan dinding dalam kulit telur, dengan demikian kapiler-kapiler darah langsung berhubungan dengan hawa luar melalui pori-pori kerabang telur.  Fungsi alantois ialah : 1) sebagai kantong urin ekstra embrional. Cairan alantois berasa1 dari sisa metabolisme embrio yang berbentuk asam urat; 2) sebagai paru-paru ekstra embrionik. Hal itu disebabkan karena di bagian luar dinding alantois terdapat area vaskulosa, yaitu daerah korioalantois; 3) untuk menyerap albumen pada telur reptilia, burung; 4) merupakan bagian plasenta foetus pada mamalia berplasenta.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment