Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Waspada Bahaya Tetanus Pada Sapi

DIOLUHTAN-suluhtani. Tetanus disebabkan oleh toksin bakteri Clostridium tetani. Bakteri mampu bertahan hidup di tanah dalam kondisi tanpa oksigen. Bakteri tahan terhadap desinfektan dan suhu tinggi. Sapi yang dikebiri atau setelah melahirkan mudah terinfeksi. Proses perjalanan penyakit 7-10 setelah luka terinfeksi. Sapi yang terserang tetanus akan mengalami kekakuan pada otot-ototnya.





Gejala-gejala yang ditimbulkan jika ternak sapi terserang penyakit ini yaitu: a) Peka terhadap suara dan cahaya; b) Otot kaku dan malas bergerak; c) Kulit berkedut dan otot gemetar; d) Kejang pada mulut; e) Lemah, ekor kaku menjulur; f) Ambruk pada satu sisi, diikuti kejang dan kematian.

Penularan

Penyakit ini melalui luka terbuka yang terinfeksi oleh tanah yang mengandung bakteri.

Pengobatan

a. Pemberian antitoksin tetanus.

b. Pemberian antibiotika.

c. Luka tenanus dicuci dengan Iodium tincture, selanjutnya diberi salep antibiotika.

d. Pemberian obat penenang dan relaksan.

Pencegahan

a. Vaksinasi.

b. Kebersihan lingkungan kandang dengan desinfektan (lisol).

c. Tempatkan ternak di daerah gelap dengan sedikit kebisingan.

d. Menjaga kebersihan setelah dilakukan operasi pengebirian/ setelah melahirkan.

e. Hewan mati harus dimusnahkan.

Demikianlah pembahasan mengenai kewaspadaan penyakit tetanus pada ternak sapi, semoga dengan adanya ulasan singkat tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungan dan perhatiannya.

Yusran A. Yahya NS (Disarikan Buku Kumpulan Penyakit Ternak, Dinas Peternakan 2014)


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment