#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Proses pembentukan Plasenta pada Hewan



Plasenta tersusun tenunan tubuh embrio dan hewan induknya, yang terjalin pada waktu pertumbuhan embrio untuk keperluan penyaluran makanan dari induk kepada anak, dan zat buangan dari anak ke induk. Plasenta induk adalah endometrium rahim dan plasenta fetus adalah selaput korioalantois. Pada sel telur mamalia tidak demikian, karena embrio berkembang di dalam rahim induk, dan bahan untuk perkembangan embrio berasal dari tubuh induk. Untuk keperluan tersebut selaput ekstra embrionik berhubungan dengan selaput lendir rahim membentuk plasenta.  Pada ayam bahan kebutuhan perkembangan embrio seluruhnya tersedia di dalam telur, sehingga ayam tidak mempunyai plasenta.

Berdasarkan erat tidaknya hubungan korion dengan endometrium, plasenta dibagi menjadi : 1) plasenta nondesiduata, 2) plasenta semidesiduata, dan 3) plansenta desiduata. Pada plasenta nondesiduata hubungan korion dengan endometrium longgar sehingga pada waktu melahirkan selaput ekstra embrionik mudah terlepas dari endometrium. Selaput tersebut terdapat pada babi dan kuda. Pada plasenta semidesiduata hubungan plasenta induk dengan plasenta fetus agak erat. Pada plasenta desiduata hubungan selaput korion pada endometrium sangat erat, dengan demikian pada waktu partus bagian rahim ada yang menjadi rusak dan terlepas bersama-sama dengan fetus disertai dengan perdarahan. Plasenta desiduata terdapat pada primata. Pada waktu partus Kantong amnion pecah, dan setelah cairan amnion keluar selaput ekstra embrionik baru dikeluarkan.
Berdasarkan bentuknya plasenta dapat dibagi menjadi : 1) plasenta difusa yang dicirikan oleh vili menyebar merata di seluruh permukaan korion dan penembusan vili ke dalam selaput lendir rahim dangkal (babi dan kuda). 2) plasenta kotiledon yang ditandai oleh adanya vili yang berkelompok (kotiledon) dan penembusan ke dalam selaput lendir rahim lebih dalam. Kotiledon menjulur ke dalam pori-pori karunkula selaput lendir rahim dan bersama-sama berintegrasi menjadi placentom (ruminansia). 3) plasenta zonaria terdapat pada karnivora, berupa seperti pita berwarna putih; 4) plasenta diskoidal terdapat pada primata dan rodensia, berbentuk seperti cakram atau oval.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment