Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Nikmatnya Pisang Epe, Makanan Khas-nya Makassar

DIOLUHTAN. Assalamu Alaikum, salam sejahtera bagi kita semua, kita bersua lagi di web pertanian Diorama Penyuluhan dan Kedaulatan Pangan kali ini penulis ingin memperkenalkan makanan khas yang semalam “berhasil” dicicipi, setelah sangat rindu akan kota ini, juga keindahan panorama pantai losari di malam hari, setelah penulis mengalami kepenatan “sibuk” mengurus para petani di wilayah kerja, apalagi pada saat musim pancaroba ini, biasanya penyakit-penyakit ternak terkadang timbul, serta juga dalam menghadapi musim tanam padi oktober – maret, Alhamdulillah… betul-betul sibuk, jadi penulis menyempatkan diri mengurangi rasa “stress” di kota Makassar.
Kemacetan Lalu lintas mewarnai acara “kangen” itu, suasana kota Makassar yang bising jauh berbeda dengan wilayah kerja saya di Kab. Bone, daerah yang lenggang yang baru saja saya tinggalkan beberapa jam yang lalu. Tapi inilah kotaku, bathinku dalam hati. Kota yang besar, ramai tapi kondusif. Alhamdulillah……
Kembali ke kuliner khas kota Makassar. Salah satu makanan khas-nya Makassar adalah Pisang Epe’, makanan yang menjadi jajanan favorit ini bisa dan mudah kita temukan di sekitar Pantai Losari. Makassar. Jejeran penjual pisang epe dulu terlihat telah berjejer rapi di tepi jalan sepanjang pantai Losari, sebuah pemandangan rutin menjelang senja sampai malam hari. tapi sekarang karena pembangunan Makassar sebagai Kota Dunia oleh Ilham A. Sirajuddin, Walikota Makassar. Kini penjual pisang epe dapat kita temukan di tanah segitiga, sebelum masuk ke kawasan tanjung bunga, Makassar. tetap di pinggiran Losari makassar.
kata “epe” berasal dari bahasa Makassar yang berarti “jepit”, jadi secara lengkap Pisang Epe’ dapat diartikan pisang yang dijepit (dipres) menjadi gepeng.
Cara memasaknya juga unik karena pada umumnya dimasak dengan cara digoreng atau direbus, namun pengecualian untuk jajanan khas kota Daeng ini. Dipanggang di atas bara api, setelah itu dipres hingga gepeng. pisang ditekan dengan alat pres sederhana yang terbuat dari dua buah balok kayu.
Setelah di “epe”, lalu disiram dengan saos. Awalnya, saos pisang epe terbuat dari gula merah yang dicairkan, namun sekarang saos pisang epe sudah makin bervariasi, ada saos coklat, saos sari durian. Bahkan pembeli juga bisa meminta pisangnya diberi parutan keju.
Pisang yang digunakan untuk membuat pisang epe adalah pisang raja yang belum terlalu masak dan tidak lembek.
Sepiring pisang epe coklat dijual dengan harga mulai Rp 10000,- berisi tiga buah pisang. Rasanya manis dan gurih apalagi dengan campuran gula merahnya yang ditaburi dengan parutan keju. Keju itu berfungsi untuk memberi rasa asin dan gurih sekaligus menetralkan manisnya kuah coklat yang dicampur gula merah. Sepiring pisang epe cukup bisa mengobati rasa rindu yang mengganjal
Sebenarnya pisang epe bisa juga dipesan bungkus, tapi menikmati pisang epe langsung di tempat memiliki keasyikan tersendiri, apalagi dinikmati selagi masih hangat, nampaknya penjual pisang epe memahami betul selera pelanggannya, mereka menyediakan beberapa bangku plastik untuk para pembeli yang ingin menikmati pisang epe di tempat.
“Kalau mauki rasakan nikmatnya pisang epe aneka rasa, datang maki ke pantai losari, Makassar.” Kata Dg. Ngemba, salah seorang penjual pisang epe di pantai Losari.
Y. A. Yahya


Previous
Next Post »